PELAYANAN TERPADU RAMAH LANSIA (PANDU RASA) PUSKESMAS TRUCUK II KLATEN

 

PELAYANAN TERPADU RAMAH LANSIA

(PANDU RASA)

PUSKESMAS TRUCUK II

 

 

 

TUJUAN INOVASI

Pandu Rasa (pelayanan terpadu Ramah Lansia) adalah program yang menjadikan pasien lansia yang berusia 70 tahun atau lebih sebagai pasien prioritas. Kegiatan ini berupa pelayanan terpadu yang meliputi pendaftaran, pemeriksaan fisik dan laboratorium serta layanan farmasi yang diperuntukan untuk lansia tua di puskesmas Trucuk II. Pandu Rasa memungkinkan pasien mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus berpindah-pindah ruangan. Tujuan dari dari kegiatan ini adalah tercapainya pelayanan kesehatan lansia yang aman dan bermutu dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Keselarasan

Lanjut usia merupakan suatu proses alami. Pada lanjut usia terjadi perubahan-perubahan baik fisik maupun mental pada manuia sehingga dapat timbul berbagai permasalahan seperti munculnya penyakit kronis, penurunan fungsi organ tubuh, berkurangnya kemandirian, masalah nutrisi, penurunan intelegensi dan daya ingat dan lain sebagainya. Kegiatan ini selaras dengan program puskesmas santun lansia. kegiatan di laksanakan di poli lansia dengan mendahulukan pelayanan pasien lansia, memberikan kemudahan dan pelayanan terpadu kepada lansia sehingga pasien tidak perlu berpindah-pindah tempat selama mendapatkan pelayanan, sehingga  pasien lansia tidak merasa bingung, tidak menghabiskan energi untuk berpindah-pindah tempat serta menurunkan risiko jatuh pasin lansia di lingkungan pukesmas Trucuk II.

SIGNIFIKANSI

Pandu Rasa berdampak positif bagi pasien lansia di Puskesmas Trucuk 2 yang termasuk kelompok rentan. Hal ini disebabkan pada lansia terdapat perubahan-perubahan baik fisik maupun mental yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan. Sasaran kegiatan ini adalah  pasien lansia yang berusia lebih dari 70 tahun. Mengingat pasien pada usia tersebut lebih banyak mengalami sindroma geriatri sehingga kondisi fisiknya lebih lemah dan perlu untuk diprioritaskan.

Dalam pelayanan ini, pasien hanya perlu datang dan mendaftar kemdian masuk ke ruang lansia. pasien akan diantar menuju Ruang Lansia oleh petugas bila di perlukan. Pasien mendapatkan pelayanan medis hingga selesai berupa anamnesis, pemeriksaan fisik dan laboratorium serta pelayan farmasi di ruang lansia.

Pelayanan ini meningkatkan keamanan dan keselamatan pasien lansia yakni dengan mengantarkan pasien lansia secara langsung ke ruang Lansia dan dengan meminimalkan mobilisasi pasien di dalam Puskesmas Trucuk 2 tanpa mengurangi akses pasien terhadap berbagai pelayanan Puskesmas

INOVATIF

Pandu rasa merupakan suatu inovasi baru di Puskesmas Trucuk II. Inovasi ini adalah suatu hal baru di karenakan belum ada pelayanan khusus untuk lansia sebelumnya. Alur pelayanan yang sedemikian dipermudah untuk lansia pun merupakan suatu hal yang baru. Ruangan poli lansia di sediakan khusus untuk melaksanakan pelayanan ini sehingga pasien lansia tidak terlalu lama mengantri bersama dengan pasien yang lain yang lebih muda dengan kondisi fisik yang relative labih baik dibanding pasien lansia. Pelayanan ini merupakan upaya dari puskesmas Trucuk II dalam meningkatkan kualitas pelayanan khususnya dalam hal pelayanan untuk Lanjut usia. Pelayanan ini merupakan modifikasi dari pelayanan One Stop Service. One stop service adalah pelayanan terpadu satu pintu. Konsep yang digunakan dalam pelayanan one stop service adalah model pelayanan yang mengintgrasikan berbagai jenis pelayanan dalam 1 lokasi. Dengan demikian pelayanan akan menjadi lebih nyaman, mudah di akses, bersifat personal dan meningkkatan ketepatan dan kecepatan pelayanan. Pelayanan one stop service ini telah di selenggarakan di berbagai sektor palayanan lain di luar bidang kesehatan, misalnya di bidang perizinan.

TRANSFERABILITAS

Pandu Rasa telah diterapkan oleh puskesmas Trucuk II sejak tahun 2017 hingga sekarang. Pelayanan ini terbukti memudahkan bagi pasien lansia. Dengan pelayanan ini, pasien dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa pasien harus berpindah sari satu unit ke unit lainnya di dalam gedung Puskesmas Trucuk II.

Akan tetapi, pelaksanaan dari kegiatan ini sering kali terkendala pada kurangnya jumlah petugas pemberi pelayanan di Puskesmas Trucuk II. Hal ini disebabkan karena adanya bebagai kegiatan puskesmas, yang mengharuskan petugan keluar, sehingga pelayanan Pandu Rasa menjadi terhambat

SUMBER DAYA DAN KEBERLANJUTAN

Sumber daya yang digunakan dalam Pandu Rasa ini terutama dalah sumber daya manusia. Dalam pelayanan ini, demi meminimalkan mobilisasi pasein lansia di dalam gedung Puskemas Trucuk II, petugas yang berwenanglah yang akan bergerak untuk memberikan palayanan. DI ruangan poli lansia sendiri juga telah di jadwalkan petugas pemeriksa untuk berada di ruang lansia dan memberikan pelayanan, sementara petugas yang lain bersifat fleksibel, seperti petugas laboratorium dan petugas gizi. Dalam menggerakkan atau memobilisasi seluruh sumberdaya yang ada telah dilakukan dengan cara meningkatkan motivasi kepada petugas untuk melaksanakan pelayanan lansia dengan sebaik-baiknya. Selain itu, dilakukan pembagian tugas sesuai dengan kewajiban dan kewanangan masing-masing petugas. Penyelenggaraan Pandu Rasa sering kali terkendala karena kurangnya SDM.

Pandu Rasa sangat diharapkan keberlanjutannya, mengingat dari aspek social pelayanan terhadap lansia merupakan hal yang harus menjadi prioritas, semakin meningkatnya jumlah pasien lansia di Puskesmas Trucuk II dan semakin meningkatnya kebutuhan pasien lansia terhadap pelayanan kesehatan. Dilihat dari aspek ekonomi, pelayanan ini tidak memakan dana yang terlalu besar. Dari aspek lingkungan, Pandu rasa juga memberikan lingjungan yang lebih baik kepada para lansia, pasien lansia tidak harus berjalan terlalu jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan

DAMPAK

Inovasi ini belum dilakukan evaluasi resmi terhadap skala dampaknya baik oleh APIP maupun lembaga relevan lainnya. Sehingga belum dapat di jelaskan bagaimana dampak terhadap sasaran, kelompok masyarakat diluar sasaran , aspek tata pemerintahan instansi.

Meskipun belum dilakukan evaluasi secara resmi, indikator-indikatro berikut direncanakan untuk digunakan dalam evaluasi keberlanjutan Pandu Rasa:

  1. Ada atau tidaknya keluhan pasien Lansia
  2. Waktu tunggu pasien lansia, waktu pelayanan
  3. Waktu tunggu pasien umum

KETERLIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN

Kegiatan ini melibatkan banyak pihak diantaranya Kepala Puskesmas, Penenggung jawab program Lansia, Penanggungjawab UKP, Tim Mutu. Masing-masing berperan dalam keberlanjutan kegiatan ini baik dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi Pandu Rasa. Kepala Puskesmas berperan memberikan ijin dan arahan demi terselenggara dan keberlanjutan Pandu Rasa. Penanggung jawab program Lansia dan penanggung jawab UKP berperan dalam merancang dan menjalankan program. Tim Mutu berperan dalam mengevaluasi keberlangsungan program dan melakukan perbaikan jika diperlukan

Dalam hal pelaksanaan, Pandu Rasa melibatkan semua pihak yang terkait yaitu penanggung jawab program, petugas pendaftaran, petugas rekam medis, petugas pemeriksa, dokter, perawat, petugas laboratorium, petugas gizi dan petugas farmasi

 INOVASI_PUSKESMAS TRUCUK II_PANDU RASA

PELAJARAN YANG DI PETIK

Pandu Rasa hanya bisa berjalan jika dilakukan dengan kerjasama yang solid dari seluruh pihak terkait. Agar Pandu Rasa dapat tetap berjalan juga diperlukan motivasi yang kuat dari seluruh pihak terkait untuk melaksanakan Pandu Rasa. Perlu dilakukan evaluasi mengenai penambahan SDM.

 

Oleh Promkes: Yunita Nurfajriani A.Md.Kes dan Endah Pramitasari SKM

 

 

 

Leave a Response